MADIUN – Pembahasan Raperda APBD tahun anggaran 2020 terus digodok wakil rakyat bersama Pemerintah Kota Madiun. Pembahasan kini telah sampai di Badan Anggaran (Banggar), Selasa (29/10). Pembahasan merupakan lanjutan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antar komisi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beberapa waktu lalu. Pembahasan semakin serius lantaran dihadiri Walikota Madiun Maidi dan Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputro.
‘’Ini merupakan lanjutan rapat yang kemarin. Pada prinsipnya terkait APBD ini kami, baik dewan maupun Pemerintah Kota Madiun serius,’’ kata Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya.
Pembahasan, lanjut Andi, sejatinya serupa dengan RDP kemarin. Hanya lebih detail kali ini. Anggaran dalam rencana program dan kegiatan lebih dibahas secara mendalam. Andi menyebut hal itu penting agar program kegiatan 2020 berjalan lancar dan sesuai dengan harapan masyarakat.
‘’APBD ditopang pajak yang merupakan uang masyarakat. Peruntukkan utamanya harus kembali kepada masyarakat,’’ terangnya.
Program dan kegiatan Pemkot Madiun, kata dia, sudah mengedepankan kepentingan masyarakat. Hanya, perlu ada pembahasan dan sinkronisasi dengan kegiatan lain agar sama-sama bisa maksimal. Beberapa program yang sekiranya teralokasikan cukup besar sedikit dipangkas menyesuaikan kebutuhan.
‘’Fungsi dewan itu kan penyusunan raperda, pengawasan dan penganggaran. Ketika dirasa ada yang kurang pas, ya harus segera disampaikan untuk diperbaiki bersama. Prinsip kami di DPRD dan Pemkot ingin meminimalkan kesalahan dalam pelaksanaan,’’ ungkapnya.
Walikota Madiun Maidi mengapresiasi kinerja dewan dan eksekutif yang telah berjibaku dalam penyusunan Raperda APBD ini. Bahkan, kegiatan rapat berlangsung siang hingga malam. Seperti saat RDP Komisi 1 beberapa waktu kemarin yang selesai hingga 01.00 dini hari. Hal itu tentu bertujuan mulia. Demi kesempurnaan APBD yang akan dijalankan 2020 nanti.